Home Kesehatan Suleten Pada Bayi

Artikel ini rasanya cukup penting bagi anda yang baru saja mempunyai bayi. Tidak seperti saya dulu, yang galau luar biasa gara-gara anak pertama saya mengalami penyakit ini. Penyakit ini adalah SULETEN, begitu orang-orang jawa menyebutnya. Apakah suleten, apa penyebabnya, bagaimana solusinya?

Suleten adalah suatu kondisi dimana kulit bayi mentol berisi cairan hingga nampak melepuh. Suleten disebabkan oleh kotoran bayi yang dibuang kurang hati-hati hingga masuk sampah dan dibakar. Karena kotoran bayi tersebut dibakar, maka akibatnya kulit bayi menjadi melepuh. Solusinya, jangan buang kotoran bayi anda sembarangan.

Paragraf diatas hanyalah mitos. Berhubung yang menyampaikan adalah orang tua, maka saya hanya bisa manggut-manggut tanpa berani membantah perkataan beliau-belaiu. Namun dalam hati, masih penasaran dengan gangguan kulit yang di derita bayi saya dan tetap tak bisa menyembunyikan kepanikan. Gara-gara panik pula, saya akhirnya malah merasa bersalah memilih dokter. Anak saya saat itu masih berupa bayi berumur 14 hari, namun oleh dokter sudah diberikan resep antibiotik agar diminum pada anak saya. Dengan sangat terpaksa, saya harus memberi bayi berumur 14 hari dengan antibiotik.

Setelah anak saya sembuh, ikut berbagai forum dan cit-cat dengan berbagai orang tua yang mengalami masalah serupa, banyak yang mengatakan “belum perlu meminumkan antibiotik” hanya untuk mengatasi suleten. Pendapat tersebut di amini oleh para dokter yang memang dijadikan moderator di forum.

Biar para bunda gak galau lagi (apalagi panik) dengan penyakit ini, berikut ini saya ambil artikel mengenai suleten dari medicenenet.com

Suleten, dalam bahasa medis disebut IMPETIGO

Apa Itu Impetigo?

Adalah penyakit infeksi kulit sangat menular yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus (Staph) dan Streptococcus (Strep). Impetigo pada umumnya terjadi pada anak-anak usia 2-5 tahunm, jarang terjadi pada orang dewasa. Penularan biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan penderita impetigo.

Jenis Impetigo Dan Gejalanya

Impetigo dibagi menjadi dua yaitu:

  • Impetigo Non Bulosa, adalah jenis impetigo paling umum dan banyak ditemui, disebabkan oleh bakteri Staphylococcus (Staph) dan Streptococcus (Strep). Permukaan kulit awalnya muncul bintil merah seperti bekas gigitan serangga, akhirnya lecet hingga menjadi kerompeng dengan karateristik kerak bewarna kecoklatan. Seluruh proses ini bisanya memakan waktu seminggu, hingga benar-benar sembuh.
  • Impetigo Bulosa, adalah bentuk impetigo lain yang hanya disebabkan oleh bakteri Staph. Bakteri ini menghasilkan racun yang mengurangi kekakuan sel-sel (adhesi) hingga menyebabkan pemisahan antara lapisan atas kulit (epidermis) dan lapisan bawah (dermis). Hal ini menyebabkan kondisi kulit yang nampak melepuh. Lepuhan dapat muncul di berbagai daerah kulit, terutama pantat dan punggung. Lepuhan ini rapuh dan mengandung cairan berwarna kuning jernih. Lepuhan yang sudah pecah akan kemerahan dengan sisi compang-camping hingga mengering dan sembuh.

Impetigo Menular?

Impetigo termasuk jenis yang sangat menular, terutama kontak langsung dengan penderita. Impetigo juga bisa menular melaui handuk maupun mainan anak-anak. Biasanya terjadi epidemi mini, bila satu anak terkena impetigo biasanya satu sekolahan, taman bermain atau tetangga sekitar ada yang juga terkena.

Bagimana Impetigo Didiagnosis

Mendiagnosis impetigo umumnya mudah dan hanya berbasis pada penampilan klinis. Infeksi seperti tinea (” kurap “) atau kudis (tungau) bisa membuat bingung karena memang mirip dengan impetigo. Penting untuk dicatat bahwa tidak setiap bentol berisi cairan berarti infeksi impetigo. Ada beberapa penyakit yang juga memiliki gejala bentol berisi cairan, termasuk herpes cold sores , cacar , poison ivy , kulit alergi , eksim, dan gigitan serangga. Evaluasi medis biasanya juga menyakan, apakah ada teman, tengga yang terkena penyakit sama.

Pengobatan Impetigo?

Impetigo bukanlah penyakit yang sulit diobati, pembersihan yang lembut, mengoleskan krim antibotik bisa dilakukan untuk penderita impetigo. Bila impetigo sudah berat atau luas penyebarannya penggunaan obat oral bisa di lakukan.

Adakah komplikasi?

Salah satu komplikasi yang berpotensi serius, tapi sangat jarang adalah glomerulonefritis , kondisi menghasilkan peradangan ginjal karena infeksi bakteri streptococus. Banyak ahli tidak yakin bahwa mengobati impetigo akan mencegah glomerulonefritis dari terjadi.

Impetigo Meninggalkan Bekas Luka?

Karena lecet yang dimbulkan tidaklah dalam, pada umumnya impetigo tidak meninggalkan bekas luka. Luka yang akibat bentol berisi cairan, membuat kulit merah dan akan hilang dengan sendirinya dalam dua minggu.

Bagaimana Mencegah Impetigo?

Cuci tangan, mandi air hangat dan di sabun sudah cukup untuk mencegah impetigo.

Pengalaman Saat Bayi Saya Terkena Suleten

Pada saat anak saya berumur 2 hari dan dibawa pulang, kami memanggil dukun bayi untuk memandikannya karena kami tidak ada yang tahu memandikan bayi. Kemampuan sang dukun bayi ini sudah terkenal seantero desa. “Pasien” nya bukan hanya saya saja, banyak antrian ingin menggunakan jasanya untuk memijit atau sekedar memandikan bayi. Namun disaat anak saya berumur 7 hari, bentol-bentol mirip kulit melepuh terkena air panas muncul di kepala, lalu di punggung dan tersebar di tempat lainnya.

Saya panik, namun sang dukun dengan enteng menyebut “anaknya terkena suleten, bayi lain juga ada yang terkena juga”.

Jadi saya simpulkan, ada bayi lain terkena sulet, dimandikan oleh dukun bayi, dukun bayi membawa bakteri, anak saya tertular sulet.

Agar tidak menyakiti, sang dukun bayi maka kami mengundang Ibu Surabaya (ibu dari suami) untuk datang yang memang jago memijat dan memandikan bayi (meskipun bukan dukun). Kami mengatakan pada sang dukun bayi, bahwa ibu mertua mau datang dan dia memaksa memandikan bayi kami.

Tukang memandikan sudah diganti, dalam waktu kurang dari satu minggu sulet-sulet di badan berkurang signifikan. Saat memandikan, air dicampur dengan sabun antiseptik yang banyak dijual di apotik.

Saat umur 13 hari, tali pusar lepas. Saat itulah kami berani memandikan bayi sendiri, tanpa bantuan orang lain.

Kesimpulan

  1. Sulet itu karena bakteri, bukan karena popok/kotoran yang terbakar
  2. Sulet itu penyakit ringan, gak usah galau.
  3. Tak usah buru-buru ke dokter apalagi minum anti-biotik. Gunakan sabun anti septik, sudah cukup melindungi dan menyembuhkan bayi dari sulet.
  4. Pilih dukun bayi yang kira-kira gak begitu laku, minimal makin sedikit bayi yang tersentuh tangannya. Syukur-syukur cuma bayi anda pasiennya.
  5. Paling efektif, mandikan bayi anda sendiri. Memandikan bayi itu sangat mudah, tidak sesulit yang anda bayangkan. Sekarang anak saya berumur 19 bulan, setiap mandi kadang perlu dua orang karena tingkahnya minta ampun.
  6. Simpulkan sendiri, dulu waktu ikut pramuka sudah sering main simpul-simpulan.

 

 

Incoming search terms:

  • Suleten
  • obat suleten
  • suleten pada bayi
  • obat suleten pada bayi
  • kulit bayi melepuh
  • penyakit suleten
  • suluten
  • penyebab suleten
  • suleten pd bayi
  • bayi suleten